Ainun Nisa Firausiy
Sabtu, 11 Agustus 2012
KERAGUAN
Hitam terasa tak berujung
sepi tak bertepi
menyingkap jiwa yang penuh keheningan
di tengah kesunyian yang menggetarkan
Termengu menatap ke hawatiran
tertatih dalam langkah yang tak pasti
mengikuti arah yang tak jelas
garis hidup yang tak ku kira
Mungkinkah akan ada jalan lain
ragu ku gerakan hidup ini
teringat lubang hitam masalalu ku
yang menganga siap menerkamku lagi.
MALAMKU
Malam indahku kembali datang
Nyayian angin menyapa gulita
Nyanyian hujan menemaniku malam ini
Menjadi catatan kisahku dalam goresan cinta
Bayangan hitam samar-samar ku lihat
Semakin menjadi-jadi ketika dia mendekatiku
Ah, ternyata dirinya
Cinntaku yang kun anti datang sejak tadi
Bingkisan merona yang kau bawa mengayunkan hati ini
Manis nyata di depanku
Jiwa yang telah lama mengisi relung hati ini
Senyum manisnya yang membuatku tak mampu berkata
Kasih, ku tak kan berpaling
Keyakinan jiwaku tak perlu kau pertanyakan
Karena aku akan mati dengan hembusan cinta terahirku
Percayalah, percayalah.
TERIMA KASIH SAHABAT
Bagaikan setiap masa dan ketika aku selalu memintamu
berada disisi ku menemaniku
setiap masa dan setiap detik
Aku tahu aku sering menyusahkanmu
namun engkau tetap menguntumkan senyuman manis
sepertinya engkau tahu betapa suramnya hatiku
dan engkau berusaha menghiburkan aku dengan senyuman itu
.
Terima kasih, sahabat.
Aku begitu bersyukur
kerana engkau adalah sahabatku.
Bersama-sama
kita lalu denai kepayahan
bersama-sama
kita turuni bukit cabaran
juga, bersama-sama
kita seberangi lautan kesedihan.
Dan engkau
tidak pernah jemu dengan karenahku;
sudi menjadi pendengar di sisiku;
sudi membeli masalahku.
Terima kasih, sahabat.
Harapanku
semoga kita berjaya bersama kelak
engkau di bidang mu
dan aku dibidangku
Insyaallah sahabat
Langganan:
Postingan (Atom)


